Minggu, 24 Mei 2015

Berita Tentang Pembacaan Ayat Al-Qur'an dengan menggunakan Langgam Jawa.

Baru-baru ini kita mendapatkan berita yang masih hangat diperbincangkan, baik di media sosial maupun melalui siaran televisi. Berita tersebut mengenai hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. yang dirayakan Istana Negara tanggal 16 Mei 2015. Hal yang menarik dari kegiatan tersebut dan menjadi sebuah wacana publik adalah pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Bapak Muhammad Yaser Arafat salah satu dosen di kampus UIN Syarif Jakarta. Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan beliau mirip dengan langgam Jawa yang dibawakan oleh sinden dalam pewayangan atau campursari. Bagi kita yang mendengarkan akan terasa aneh, karena kita yang membaca ayat Al-Qur'an akan sesuai dengan tajwid dan makharajul huruf (tempat keluarnya huruf). Tapi belum ada yang seperti yang dilakukan oleh Bapak dosen tersebut. Hal ini menjadi tanda tanya dibenak masyarakat Indonesia, apakah seorang qori boleh membacakan ayat Al-Qur'an sesuai budaya Indonesia terkhusus langgam Jawa? Apakah ada penjelasan dari Ulama? Hal ini membuat kita berpikir dan berusaha mendapatkan jawabannya dari ustadz yang tahu mengenai hukum-hukum dalam membacakan Al-Qur'an. Selain itu, kita menunggu keputusan dari MUI pusat tentang pembacaan ayat Al-Qur'an dengan langgam Jawa.

Sekilas mengenai Langgam Jawa.

Langgam Jawa menurut wikipedia adalah bentuk adaptasi dari musik keroncong ke dalam idiom musik tradisional Jawa, khususnya gamelan.
genre langgam Jawa masih dikategorikan sebagai keroncong. Adapun salah satu tokohnya adalah Bapak Gesang. Bapak Gesang telah menciptakan banyak lagu langgam Jawa salah satu yang ia ciptakan adalah caping gunung.

Rabu, 01 April 2015

Alasan di Balik Penutupan Media Islam Online.

Pemerintah seakan tutup mata dengan media-media Islam online. BNPT yang mengajukan surat kepada Kominfo untuk menutup media-media Islam yang berbau unsur SARA, juga tidak mengetahui tentang media Islam mana yang boleh dan dilarang. ke dua puluh lebih media Islam yang dicekal pemerintah adalah murni tidak berbau SARA, sebab mereka menyebarkan dakwah kepada umat Islam Indonesia. Berbagai alasan dan spekulasi setelah di kritik masyarakat datang dari BNPT yang mengatakan bahwa adanya isu penjaringan rakyat Indonesia untuk bergabung dengan ISIS. Tapi rakyat telah jeli melihat media tersebut, bahwa tidak ada satu pun berita di media Islam tersebut yang menjaring rakyat Indonesia untuk masuk ke ISIS. kebanyakan adalah nasehat dan dakwah bagi umat Islam Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kita semua alasan yang sebenarnya dibalik penutupan media Islam tersebut. Ada baiknya kita membaca isi dakwah setiap media Islam. Dan jika kita melihat suatu pilihan dalam media tersebut,  tertera tentang aliran sesat dan ini merupakan bentuk penyimpangan akidah. Aliran Sesat yang berkembang di Indonesia (contohnya Syiah) sudah semakin pesat, sampai-sampai masyarakat resah. Dan untuk mengetahui sejarah maupun sepak terjang aliran sesat ini media Islam sebagai jembatan informasi dakwah memberikan alasan yang jelas tentang penyimpangan maupun sejarah aliran sesat yang sedang berkembang di Indonesia. Inilah yang perlu kita pahami bahwa alasan yang jelas dari penutupan itu, karena oknum-oknum yang memihak pada aliran sesat yang sedang berkembang di Indonesia. Sebagai media Islam, tujuan yang sesungguhnya adalah membentengi umat Islam dari penyimpangan dan kekufuran dari sang Pencipta dan berupaya semaksimal mungkin untuk tetap pada jalan yang lurus sesuai dengan Al-Qur'an dan As-sunnah.

Rabu, 25 Maret 2015

APA YANG INGIN DITULIS

Dari judul di atas menunjukkan suatu makna dikotomi dalam melakukan sesuatu. Pertama makna yang ditampilkan adalah menulis seperti hal yang sulit bagi kita. Dan kedua menulis sesuatu yang dapat kita ingin untuk melakukannya, tapi dalam tindakannya sulit bagi kita lakukan. Yang ada hanyalah ide dan gagasan di dalam otak kita tetap terpendam tanpa ada tindakan yang jelas dari kita.

Untuk itu diperlukan keinginan yang kuat agar kita mau menulis. Kita dapat menulis hal-hal yang ada disekitar kita ataukah menulis kejadian yang kita alami. Dengan begitu, kita mampu menumbuhkan ide dan gagasan kita melalui tulisan.

Setelah kita mampu menulis kegiatan yang kita lakukan setiap hari maupun kejadian di sekeliling kita, maka kita harus menambah wawasan kita dengan banyak membaca buku. Dengan membaca buku, kita lebih mampu menulis karena dengan membaca buku cakupan ilmu kita lebih baik lagi. Hal ini kita lakukan agar tulisan kita bernilai ilmiah dan keakuratan tulisan kita dapat dilihat dari seberapa banyak kita membaca buku.

Sebagai kesimpuln dari penjelasan di atas tentang apa yang ingin ditulis, adalah:
  1. Menulis dimulai dari kehidupan kita sehari-hari maupun kejadian yang ada di sekitar kita.
  2. Menambah wawasan ilmu pengetahuan dengan membaca buku.
   

Jumat, 21 September 2012

Sikap Muslim terhadap film “Innoncence of Muslim” Rasululllah SAW. yang kita cintai dan kita jadikan panutan bagi setiap muslim, justru dilecehkan oleh seorang Yahudi keturunan Mesir dan tinggal di Amerika melalui filmnya,”innoncence of muslim”. Film yang tayang melalui jejaring internet, Youtube ini sangat menghina Nabi Muhammad SAW. Film yang berdurasi 16 menit ini, memberikan gambaran siapa Nabi Muhammad SAW. Di awal film tersebut, terlihat seorang laki-laki yang sedang bercinta dengan istrinya (diklaim sebagai istri Muhammad SAW, Aisyah radiyalllahu’anha ) di dalam sebuah tenda. Saat mereka sedang bercinta, masuklah beberapa istrinya yang cemburu melihat keduanya. Karena rasa sakit hati mereka terhadap suaminya, mereka pun melemparinya dengan sandal (dari film innoncence of muslim dalam kajian malam sabtu). Menurut bangsa Arab, orang yang dilempari dengan sandal atau alas kaki lainnya merupakan bentuk penghinaan yang sangat rendah. Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa, Nabi kita dihina dengan sangat rendah dimata pembuat film ini. Na’udzu billah. Film ini dibuat oleh seorang yang bernama Nakoula Basseley atau Sam Bacile dan banyak menuai protes dikalangan muslim diseluruh dunia. Kecaman tersebut juga telah merenggut nyawa duta besar Amerika di Lybia melalui aksi yang dilakukan muslim di sana. Selain di Lybia, hal yang sama juga terjadi di Indonesia dengan berbagai pengrusakan di mana-mana. Seorang muslim sangat dianjurkan untuk marah bila melihat penghinaan terhadap Rasulullah SAW. dan ini merupakan bentuk cinta dan iman kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda : عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Tiga perkara yang barangsiapa pada dirinya terdapat ketiga perkara tersebut niscaya ia akan bisa meraih lezatnya keimanan: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari manusia siapapun juga, (2) mencintai seseorang semata-mata karena (orang tersebut taat kepada) Allah dan (3) benci kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran, sebagaimana rasa bencinya jika dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Bukhari no. 16 dan Muslim no. 43) Kemarahan umat muslim merupakan kemarahan yang sangat jelas terhadap film ini, film yang terdapat konspirasi dan yang akan memecah belah kaum muslim. Bentuk kesesatan agar muslim tidak lagi mencintai Rasulnya. Tetapi, umat muslim tahu bentuk konspirasi tersebut, sehingga mereka bersatu untuk membuat protes terhadap mereka yang membenci Islam dan rasulnya. Hal ini sangat perlu kita lakukan sebagai bentuk cinta kita kepada rasul Allah. Tapi bagaimana dengan saudara kita yang lain, yang terbelenggu dalam kenikmatan dunia? Mengapa mereka tidak tergerak hatinya melihat Nabi utusan Allah ini dihina oleh umat lain? Perlu kita bertanya terhadap keimanan mereka. Tapi selaku umat islam, kita juga harus tahu aturan di setiap negara kita. Kita harus tahu kekerasan itu dapat merenggut nyawa seseorang. Kita sangat marah melihat pelecehan yang dilakukan oleh produser Amerika ini. Tapi jangan sampai di negara kita, kita merusak fasilitas-fasilitas yang tidak ada kaitannya dengan ini semua. Seorang muslim di negara kita haruslah menjaga fasilitas dan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan film ini. Umat islam harus memiliki rasa cinta terhadap Rasulullah SAW. jika nabinya dihina oleh orang lain, maka wajiblah kita membenci mereka, sebagaimana yang di wahyukan oleh Allah SWT : وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ ( "Jika mereka merusak sumpah (perjanjian damai)nya sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti." (QS. At-Taubah [9]: 12) Maka dari itu, kita harus memerangi orang-orang yang menghina Rasul kita, agar kita termasuk orang-orang yang bersama dengan rasul SAW. Tapi jangan sampai kita harus menyakiti orang-orang yang tak berdosa sekalipun dan merusak fasilitas yang tidak ada hubungannya dengan orang-rang yang menghina Nabi Muhammad SAW. Sumber bacaan: Muhib Almajidi, www.arrahmah.com Antara news Kajian malam sabtu Masjid Kampus (Sikap muslim terhadap film innoncence of muslim)

Rabu, 16 Mei 2012

Sifat-sifat Allah SWT
Allah SWT memiliki 20 sifat wajib dan 20 sifat mustahil serta satu sifat jaiz (wewenang). Dua puluh sifat wajib dan dua puluh sifat mustahil tersebut, adalah:
1. Allah itu Wujud (ada), mustahil ‘Adam (tiada). “Allah lah yang menciptakan Iangit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. (QS. As Sajdah: 4).
2. Allah itu Qidam (paling awal), mustahil Huduts (ada yang mendahului). “Dialah yang Awal dan Yang Akhir. Yang Zhahir (Yang nyata adanya karena banyak buktinya) dan yang Batin (yang tak dapat digambarkan hikmat Dzat-Nya oleh akal).” (QS. Al Hadid: 3).
3. Allah itu Baqo (kekal/abadi/tidak pernah berakhir), mustahil Fana (berakhir). “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 27).
4. Allah itu Mukholafatu lil hawaditsi (berbeda dengan semua mahluk/segala sesuatu), mustahil Mumatsalatu lil hawaditsi (ada yang menyamai). Ditegaskan dalam Al Qur’an, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (QS. Asy Syuro: 11).
5. Allah itu Qiyamuhu binafsihi (berdiri sendiri), mustahil Ihtiyaju lighoirihi (membutuhkan yang lain). “sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Al Ankabut: 6).
6. Allah itu Wahdaniyat (Esa/Tunggal), mustahil Ta’adud (terbilang). “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.” (QS.Al Ikhlas: 1).
7. Allah itu Qudrat (Kuasa), mustahil ‘Ajzun (lemah). “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).
8. Allah itu Irodat (berkehendak), mustahil Karohah (terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107).
9. Allah itu Ilmu (maha mengetahui), mustahil ]ahlun (bodoh). “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.An Nisa’: 176).
10. Allah itu Hayat (hidup), mustahil Mautun (mati).
11. Allah itu Sama’ (Maha mendengar), mustahil Shomamun (tuli). “Dan Allah Maha Mendengar serta Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqoroh: 256).
12. Allah itu Bashor (Maha Melihat), mustahil ‘Ama (buta). “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hujurat: 18).
13. Allah itu Kalam (berfirman), mustahil Bakamun (bisu). “Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung.” (QS. An Nisa: 164).
14. Allah itu Qodiron (Dzat Yang Maha Berkuasa), mustahil Kaunuhu ‘ajiyan (Dzat yang lemah). “Sesungguhnya Alllah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al Baqoroh: 20).
15. Allah itu Muridan (Dzat Yang Maha Berkehendak), mustahil Kaunuhu kariban (Dzat yang terpaksa). “Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. l1/Hud: 107).
16. Allah itu Aliman (Dzat Yang Maha Mengetahui), mustahil Kaunuhu jahilan (Dzat yang bodoh). “Dan Alllah Maha Mengetahui sesuatu.” (QS. 4/An Nisa’: 176).
17. Allah itu Hayyan (Dzat Yang Hidup), mustahil Mayyitan (Dzat yang mati). “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup kekal dan yang tidak mati.” (QS. Al Furqon: 58).
18. Allah itu Sami’an (Dzat Yang Maha Mendengar), mustahil Kaunuhu ashomma (Dzat yang tuli). “Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” [QS. Al Baqoroh: 256).
19. Allah itu Bashiron (Dzat Yang Maha Melihat), mustahil Kaunuhu 'ama (Dzat Yang buta). "Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Hujurat: 18).
20. Allah itu Mutakalliman (Dzat yang berfirman), mustahil Kaunuhu abkama (Dzat yang bisu). "Dan Allah telah berbicara kepada (Nabi) Musa dengan langsung." [QS. An Nisa': 164).
Sifat ]aiz (wewenang) Allah SWT adalah tarku likuli mumkinin au fi’luhu. (Allah SWT berwewenang menciptakan sesuatu atau tidak).
Sifat-sifat Allah SWT. tersebut diatas, dikelompokkan empat, yaitu:
1. Sifat Nafsiah (kedirian), yakni sifat yang pertama.
2. Siaft Salbiyah, yaitu sifat-sifat yang membedakan Allah SWT dengan Dzat-dzat lain, seperti sifat nomor 2,3,4 dan 6.
3. Sifat Ma’ani, yakni sifat-sifat abstrak seperti sifat nomor : 7,8,9,10,11,12 dan 13.
4. Sifat Ma’nawiyah, yakni sifat-sifat berikutnya atau sifat-sifat yang tergantung pada ma’ ani
sumber: blog.muslim-indonesia.com/mengenal Allah SWT

Selasa, 24 April 2012

belajar dari perang uhud
perang uhud terjd pd tahun ke 3 H semenjak hijrahx Rasulullah SAW k kota Madinah, perang uhud merupakan rangkaian dr perang Badar dr thn ke 2 H. d mn kafir Quraisy dendam terhdp kaum muslimin krn menelan kekalahan d perang Badar sebelumx.
Perang Uhud terjd d lembah Uhud d luar kota Madinah. kafir Quraisy berjumlah 3 ribu sedangkan kaum muslimin berjumlah 1000 org, nmn dlm perjlanan kelembah Uhud ad sekitar 300 org yg munafik terhdp Rasulullah SAW. ini d ingatkan dlm QS 3: 167.
pd awalx kaum muslimin mampu memukul mundur kaum kafir Quraisy. ttp, pd saat kafir Quraisy kabur kocar-kacir, pasukan pemanah yg berada d lembah Uhud turun dr lembah, krn melihat harta rampasan perang begitu bxk. Abdullah bin Zubair RA mengingatkan pasukanx untuk ttp tinggal d ats lembah Uhud, seperti yg d instruksikan oleh Rasulullah SAW. Tp, kebanyakan dr mereka tdk mendengar, hanya 9 org sj yg msh mendengar perintah tersebut. Akibatx kaum musuh yg d pimpin oleh Khalid bin Walid (yg pd saat it blm masuk Islam) menyerbu mereka dr blk lembah Uhud. Sehingga ke-9 pemanah tersebut mati syahid. Dan pasukan yg d pimpin Khalid bin Walid menyerang tentara kaum muslimin yg ada d bawah Lembah Uhud.
Dan terjdlah yg tdk d harapkan yaitu kaum muslimin kalah dr perang in.


Pelajaran yg dpt d ambil dr kisah Perang Uhud :
1. Amanah yg d berikan kpd kita hrslah kita jalankan sebaik mungkin jgn sampai kita lalai dlm menjlnkan amanh tersebut.
2. Kita hrs taat kpd pemimpin kita, apa yg d katakan oleh pemimpin kita selama it baik, maka kita wajib mengikutinya. Jgn sampai kita seperti pasukan pemanah yg meninggalkan amanah mereka dan tdk menaati perintah dr seorang pemimpin.
By: Shirah Nabawiyyah