Baru-baru ini kita mendapatkan berita yang masih hangat
diperbincangkan, baik di media sosial maupun melalui siaran televisi.
Berita tersebut mengenai hari Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. yang
dirayakan Istana Negara tanggal 16 Mei 2015. Hal yang menarik dari
kegiatan tersebut dan menjadi sebuah wacana publik adalah pembacaan ayat
suci Al-Qur'an yang dilantunkan oleh Bapak Muhammad Yaser Arafat salah
satu dosen di kampus UIN Syarif Jakarta.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan beliau mirip dengan langgam
Jawa yang dibawakan oleh sinden dalam pewayangan atau campursari. Bagi
kita yang mendengarkan akan terasa aneh, karena kita yang membaca ayat
Al-Qur'an akan sesuai dengan tajwid dan makharajul huruf (tempat
keluarnya huruf). Tapi belum ada yang seperti yang dilakukan oleh Bapak
dosen tersebut. Hal ini menjadi tanda tanya dibenak masyarakat
Indonesia, apakah seorang qori boleh membacakan ayat Al-Qur'an sesuai
budaya Indonesia terkhusus langgam Jawa? Apakah ada penjelasan dari
Ulama? Hal ini membuat kita berpikir dan berusaha mendapatkan jawabannya
dari ustadz yang tahu mengenai hukum-hukum dalam membacakan Al-Qur'an.
Selain itu, kita menunggu keputusan dari MUI pusat tentang pembacaan
ayat Al-Qur'an dengan langgam Jawa.
Sekilas mengenai Langgam Jawa.
Langgam Jawa menurut wikipedia adalah bentuk adaptasi dari musik
keroncong ke dalam idiom musik tradisional Jawa, khususnya gamelan.
genre langgam Jawa masih dikategorikan sebagai keroncong. Adapun salah satu tokohnya adalah Bapak Gesang. Bapak Gesang telah menciptakan banyak lagu langgam Jawa salah satu yang ia ciptakan adalah caping gunung.
genre langgam Jawa masih dikategorikan sebagai keroncong. Adapun salah satu tokohnya adalah Bapak Gesang. Bapak Gesang telah menciptakan banyak lagu langgam Jawa salah satu yang ia ciptakan adalah caping gunung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar