Alasan di Balik Penutupan Media Islam Online.
Pemerintah seakan tutup mata dengan media-media Islam online. BNPT yang mengajukan surat kepada Kominfo untuk menutup media-media Islam yang berbau unsur SARA, juga tidak mengetahui tentang media Islam mana yang boleh dan dilarang. ke dua puluh lebih media Islam yang dicekal pemerintah adalah murni tidak berbau SARA, sebab mereka menyebarkan dakwah kepada umat Islam Indonesia. Berbagai alasan dan spekulasi setelah di kritik masyarakat datang dari BNPT yang mengatakan bahwa adanya isu penjaringan rakyat Indonesia untuk bergabung dengan ISIS. Tapi rakyat telah jeli melihat media tersebut, bahwa tidak ada satu pun berita di media Islam tersebut yang menjaring rakyat Indonesia untuk masuk ke ISIS. kebanyakan adalah nasehat dan dakwah bagi umat Islam Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kita semua alasan yang sebenarnya dibalik penutupan media Islam tersebut. Ada baiknya kita membaca isi dakwah setiap media Islam. Dan jika kita melihat suatu pilihan dalam media tersebut, tertera tentang aliran sesat dan ini merupakan bentuk penyimpangan akidah. Aliran Sesat yang berkembang di Indonesia (contohnya Syiah) sudah semakin pesat, sampai-sampai masyarakat resah. Dan untuk mengetahui sejarah maupun sepak terjang aliran sesat ini media Islam sebagai jembatan informasi dakwah memberikan alasan yang jelas tentang penyimpangan maupun sejarah aliran sesat yang sedang berkembang di Indonesia. Inilah yang perlu kita pahami bahwa alasan yang jelas dari penutupan itu, karena oknum-oknum yang memihak pada aliran sesat yang sedang berkembang di Indonesia. Sebagai media Islam, tujuan yang sesungguhnya adalah membentengi umat Islam dari penyimpangan dan kekufuran dari sang Pencipta dan berupaya semaksimal mungkin untuk tetap pada jalan yang lurus sesuai dengan Al-Qur'an dan As-sunnah.
Pemerintah seakan tutup mata dengan media-media Islam online. BNPT yang mengajukan surat kepada Kominfo untuk menutup media-media Islam yang berbau unsur SARA, juga tidak mengetahui tentang media Islam mana yang boleh dan dilarang. ke dua puluh lebih media Islam yang dicekal pemerintah adalah murni tidak berbau SARA, sebab mereka menyebarkan dakwah kepada umat Islam Indonesia. Berbagai alasan dan spekulasi setelah di kritik masyarakat datang dari BNPT yang mengatakan bahwa adanya isu penjaringan rakyat Indonesia untuk bergabung dengan ISIS. Tapi rakyat telah jeli melihat media tersebut, bahwa tidak ada satu pun berita di media Islam tersebut yang menjaring rakyat Indonesia untuk masuk ke ISIS. kebanyakan adalah nasehat dan dakwah bagi umat Islam Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kita semua alasan yang sebenarnya dibalik penutupan media Islam tersebut. Ada baiknya kita membaca isi dakwah setiap media Islam. Dan jika kita melihat suatu pilihan dalam media tersebut, tertera tentang aliran sesat dan ini merupakan bentuk penyimpangan akidah. Aliran Sesat yang berkembang di Indonesia (contohnya Syiah) sudah semakin pesat, sampai-sampai masyarakat resah. Dan untuk mengetahui sejarah maupun sepak terjang aliran sesat ini media Islam sebagai jembatan informasi dakwah memberikan alasan yang jelas tentang penyimpangan maupun sejarah aliran sesat yang sedang berkembang di Indonesia. Inilah yang perlu kita pahami bahwa alasan yang jelas dari penutupan itu, karena oknum-oknum yang memihak pada aliran sesat yang sedang berkembang di Indonesia. Sebagai media Islam, tujuan yang sesungguhnya adalah membentengi umat Islam dari penyimpangan dan kekufuran dari sang Pencipta dan berupaya semaksimal mungkin untuk tetap pada jalan yang lurus sesuai dengan Al-Qur'an dan As-sunnah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar